16 Jan 2026, Fri

Baru di Tahun 2025, BFI Finance Capai Pendanaan Rp 5,9 Triliun: Dominasi oleh Pembiayaan BPKB Mobil

Baru di Tahun 2025, BFI Finance Capai Pendanaan Rp 5,9 Triliun: Dominasi oleh Pembiayaan BPKB Mobil



– PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) sudah menghasilkan performa yang baik di seluruh kuartal pertama tahun 2025, yaitu periode antara Januari hingga Maret. Ini ditunjukkan oleh pencapaian perusahaan dalam meraih general pendanaan baru senilai Rp 5,9 triliun, naik sebesar 23,6% jika dibandingkan dengan tahun lalu.
yr on yr
(yoy).

“Kenaikan distribusi pendanaan terbaru paling signifikan datang dari segmen pembiayaan dengan jaminan BPKB kendaraan empat roda (produk bernama: BFI Dana Specific Mobil) sebesar 31,3 persen (year-on-year atau tahun-ke-tahun), ” ujar Presiden Direktur BFI Finance Sutadi seperti disampaikannya melalui pernyataan resmi yang diperoleh.
,
Jumat (25/4).

Selanjutnya, Sutadi juga mengungkapkan nilai tagihan pembiayaan bersih atau
internet receivables
Yang terhimpun adalah sebanyak Rp 22,8 triliun. Jumlah ini meningkat sebesar 7,6 persen secara year-on-year dibandingkan dengan kuartal I tahun 2024.

Tidak hanya itu, general kekayaan BFI Finance pun naik menjadi 6,3% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, sehingga nilai kekayaannya mencapai Rp 25,7 triliun. Menurut Sutadi, peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh pertambahan controlled receivables atau piutang dikelola sebanyak 12,8%, yaitu senilai Rp 25,4 triliun.

Selanjutnya, dia mengungkap bahwa portofolio pinjaman yang dielusidi BFI Finance masih mayoritas berasal dari pembiayaan dengan jaminan BPKB mobil dan motor sebanyak 60,0%. Sementara itu, pembiayaan untuk pembelian kendaraan roda empat baik bekas maupun baru mencakup 16,3%, pembiayaan peralatan berat dan mesin adalah 14,8%, pembiayaan berserta jaminan sertifikat properti senilai 4,9%, dan sisanya yaitu pembiayaan syariah beserta jenis-jenis lainnya general hanya 4,0%.

Dari sudut pandang tujuan pendanaan (
objective of financing
Piutang yang dikelola perusahaan mayoritas dicatatkan untuk pendanaan modal kerja dan investasi dengan nilai mencapai Rp19,8 triliun. Di urutan kedua ada pendanaan multiguna sekitar Rp4,8 triliun, disusul oleh pendanaan syariah sebesar Rp784,8 miliar sampai bulan Maret tahun 2025 menurut penjelasannya.

By st